Selasa, 12 Maret 2013

Cerita - Cintaku Di antara Kakak & Adik

Ita memang cewek yang benar-benar komplit badan tinggi, rambut lurus panjang, kaki panjang, wajah cantik, hidung mancung, bibir merekah, lesung pipi, pandai bergaul, banyak omongnya. Kalau membicarakan dia tak ada habisnya, banyak cowok yang suka sama dia karena memang dia cewek yang dicari para cowok sekarang ini. Tetapi kalau aku lihat sampai sekarang belum ada tuh.........cowok yang sering main ke rumah entah kenapa aku juga tak tahu, sebenarnya sebagai tetangga aku juga suka dengan kecantikan dan kemolekan si Ita tetapi entah kenapa aku sukan juga untuk mendekatinya.

Seperti pagi biasanya karena masih kelas 3 SMA aku berangkat sekolah, karena sudah pukul 6.45 wib aku agak terburu-buru dan sedikit kencang menggeber motor, tetapi sampai perempatan sepertinya ada cewek yang memanggil ”Jo.......................Jo..........” panggil cewek itu, setelah aku lihat ternyata Tia kakak Ita sebelah rumah, aku langsung putar motor dan kembali ke perempatan jalan menghampiri kakaknya Ita. Sambil membuka helm aku tanya ”Ada..........apa kak..........” tanya aku, Tia menyahut ”Boleh nggak aku bonceng soalnya aku sampai tempat kuliah harus tepat, hari ini ada test........please bisa kan Jo........”. ”Ok........kak...........tapi agak kencang nggak apa kan.......?” jawab aku. Tia cuman menggelengkan kepala sambil tersenyum kepada aku, dan ia langsung membonceng, aku langsung menggeber motor menuju ke tempat kuliah kak Tia, sampai tempat kuliah ternyata masih sepi dan teman-teman pada belum datang kak Tia bilang sama aku ”Jo please kali ini saja.......tolong temenin ya...........” pinta kak Ita sambil merengek kepada aku. ”Gimana ya kak soalnya aku hampir terlambat nih........” jawab aku, ”Lima menit saja...........Jo.....” pinta kak Tia.

”Ok deh...........” jawab aku sambil mengagukan kepala, kak Tia berbeda sedikit dengan adiknya Ita, kalau tinggi sama, rambut panjang lurus tetapi Cuma hidungnya agak pesek dan warna tubuhnya sawo matang tetapi manis bener kalau tertawa juga ada lesung pipinya ya namanya juga satu dapur ya pasti ada samanya maminya aja cantik apalagi anak-anaknya pasti cantik. ”Kok diam saja Jo..........cerita pacar kamu gitu........” tanya kak Tia membuyarkan lamunan aku ” Kak.....kak masih SMA kelas 3 mosok udah pacaran...............” jawab aku sambil tersenyum pada Kak Tia ”Walah  Jo..........Jo.........masak kamu belum punya pacar udah gila semua mungkin teman-teman kamu di kelas, Ita saja yang masih kelas 1 SMA adik kakak, sering cerita mengenai kamu yang sering di goda cewek-cewek kakak kelasnya ” cerocos kak Tia.

Ah..........Ita bohong itu kak.......nggak kayak gitu........wah payah adik kakak.......nggak ada cewek yang suka sama aku.........” jawab aku. Aku agak kecewa membalas ucapan kak Tia karena ternyata dia sibuk dengan HP nya, ”Ih.......sebel banget...........mosok udah sampai sini ternyata kata Ina temen aku dosennya sakit tak bisa datang............” umpat kak Tia sambil melihat ke arah aku, aku Cuma bisa bengong melihatnya. ”Jo.........gimana kalau hari ini kamu cabut aja..............” pinta kak Tia, ”Em.........gimana ya...........emangnya kak Tia mau mengajak kemana........?!” tanya aku. ”Pokoknya ada deh dan pasti kamu suka...............sekali-kali boleh deh.....Jo” rayu kak Tia, ”Ok.........tapi awas jangan bilang sama ortu aku..!” pinta aku. Kak Tia mengangukkan kepala tanda setuju dan aku dan kak Tia cabut dari kampusnya menuju daerah atas yang kata kak tia ada air terjunnya ” Ke arah mana ini kak.........” tanya aku, ”Udah naik terus.........nanti kan sampai..............” kata kak tia, sambil erat berpegangan tubuh aku karena memang cukup kencang aku mengeber motor.

Setelah cukup lama berkendara motor dengan jalan yang naik turun sambil belok kanan kiri akhirnya kami sampai juga di tempat wisata air terjun ”Satu Jiwa” setelah kak Tia membayar retribusinya petugas membuka portal dan dengan masih menaiki motor kami menuju air terjun yang sudah kelihatan. ”Jo..........sana saja yang turun agak ke bawah nanti ada tempat parkirnya kok ” jelas kak Tia, aku menuju tempat yang di tunjukkan kak tia dan ternyata memang tempatnya bagus dan tak banyak orang disitu dan aku lihat ada beberapa kursi di bawah pohon yang rimbun dan jelas sekali untuk melihat air terjun. Aku memarkir motor dan ku lihat kak Ita berlari-lari kecil menuju ke tempat duduk yang agak jauh dari tempat parkir. Sambil jalan aku melihat-lihat pemandangan yang memang luar biasa indah dan yang paling aku suka udaranya bersih dan dingin.

”Oh ternyata ada jalan menuju ke bawah ya kak........” tanya aku, kak tia tersenyum sambil menunggu aku untuk menuju ke bawah lewat tangga, kak tia minta di pegangan dan sesekali kita berangkulan dengan tak sengaja. ”Jo...........tolong rambut aku kucir dengan ini ya.........soalnya nggak bebas nih.....” pinta kak tia sambil menyerahkan gelang karet ke tangan aku, dan aku mulai merapikan rambutnya yang lurus panjang untuk aku rapikan dengan karet. Hari ini benar-benar cukup menyenangkan pergi ke air terjun bersama kak Tia, ”Eh..............eh.............Jo..........” jerit kak tia, dengan gerak reflek aku agak berlari dan memegang tubuh kak Tia yang cukup ramping dan tak sengaja dan tak pernah berpikir ketika aku memegang tubuh kak Tia dari belakang ternyata pas bener pada kedua payudaranya dan agak lama tanpa sadar kedua tangan aku memegangnya, tanpa aku duga sebelumnya kak Tia membalikkan tubuhnya dan menjatuhkan tubuhnya ke dalam pelukan aku dan berkata ”Aku takut Jo........kalau jatuh ke bawah........” katanya, memang sih kalau bener jatuh ya..............pasti mengelinding terus sampai ke bawah dan pasti kalau tak meninggal patah-patah semua tubuh.

Aku merasakan kedua payudara kak Tia ada di dalam dekapan, ehm lumayan batin aku dalam hati, tanpa sengaja kedua mata kita bertemu dan aku lihat selintas di mata kak Tia ada sesuatu yang aneh lama aku perhatikan dan dia mulai tersenyum dan aku tahu apa yang ada didalamnya yang terasa lembut dan damai, kak Tia terus memandangi wajahku sambil tersenyum dan mencari sesuatu juga dan tanpa kami sadari kedua bibir kami bertemu dan seluruh tubuh bergetar tak kala bibir ka Tia mulai mengulum bibir aku dengan mata terpejam, aku hanya bisa merasakan dan mulai memberanikan diri untuk membalas kuluman bibirnya yang semakin panas. Ketika ada suara sedikit berisik kita baru sadar ternyata kami berdua masih ada di tangga menuju ke air terjun, kak tia tersenyum manja dan mengandeng tangan aku mengajak menuju ke air terjun untuk lebih dekat dan bermain air.

Sampai di air terjun kak tia mengajak aku menikmati jatuhnya air dari ketinggian dengan menegadahkan wajah, aku menolak ”Nggak kak nanti bajunya basah..................” pinta aku, ”Nggak apa nanti pasti kering dengan sendirinya ” jelas kak tia, kami berdua mandi dengan baju lengkap dibawah air terjun, soalnya kak tia bilang kalau wajah kita kena air terjun ini bisa awet muda  dan sehat. Akupun mengikuti biar dia suka juga batin aku dalam hati, aku perhatikan dia senang banget sambil melempar-lempar air dalam gengaman tangannya ke arah aku, benar-benar berseri-seri wajahnya seperti orang yang baru jatuh cinta. Sambil bermain aku masih sempat memperhatikan lekuk tubuh kak tia yang bagus banget karena baju yang dikenakan basah maka lekuk tubuhnya saja yang kelihatan, payudara yang cukup besar sangat kelihatan di dadanya dan pantat yang berisi sangat jelas, perut yang kecil. Ketika dia melihat ke arah aku.......dia langsung lari mendekati dan memukul-mukulkan kedua tangannya ke tubuh aku karena dia tahu kalau aku amati semua lekuk tubuhnya. Aku merangkulnya dan berbisik ”Tubuh kamu sangat sempurna kak..........”, sambil merengek kak tia membalas ”Jo.........kamu benar-benar nakal”. Tak tahu bagaimana mulainya aku sudah mendekap tubuhnya yang basah dan menyentuh bibir yang basah dengan bibir aku, dan kami saling melumat di bawah air terjun yang deras, kedua tangan aku meremas-remas kedua pantat yang cukup besar dan mulai berani meremas-remas kedua payudara kak tia yang besar.

Cabut sekolah yang menyenangkan batin aku, kak tia hanya diam menikmati apa yang aku lakuin dan aku mulai berani meremas-remas gunungan yang ada di antara pangkal pahanya dan kak tia mulai mengelinjangkan tubuhnya menjauh sambil mendesah ough...........ough................dan berbisik ”kamu.........memang nakal Jo..........” dan aku berbisik ”kak Tia pasti suka yang nakal..........”, kak tia memukulkan kedua tangannya ke tubuh aku sambil matanya menatap dengan cinta yang mengelora, kelihatan ingin sekali merasakan yang lebih. Dan ketika kami sudah lelah bermain di bawah air terjun, aku lihat beberapa pasangan muda-mudi sudah ada di atas karena ternyata sudah pukul 10.00 wib ketika aku membuka HP yang aku amankan di dalam plastik. Aku dan kak Tia menuju ke batu besar untuk mengeringkan baju yang melekat tubuh kami berdua sambil bercanda tertawa karena begitu bahagianya ketika cinta bersemi, ketika kita bercanda sambil tertawa-tawa, HP aku berdering dan aku angkat dan agak menjauh dari kak Tia dan ”Hallo...........” jawab aku, ”Kamu tadi kelihatannya masuk, kenapa aku tanyakan teman-teman kamu nggak ada ?!” tanya Ita, ”Ehm.........tadi ban motor aku bocor dan udah siang banget jadi hari ini cabut sory ya say.........” jawab aku, ”Ehm.......enak aja.....nanti siang di jemput ya..........” kata Ita, ’Tapi say.............aku kan nggak masuk” jawab aku, ”Masa bodo yang penting di jemput ya dijemput.........” jawab Ita ketus sambil menutup HP, aku agak gontai menuju ke arah kak Tia.

Kak tia tersenyum sambil bertanya ”Telpon dari siapa kok kelihatannya serius.........pacar ya..........” tanya kak Tia menyelidik, ”Ah........nggak kak ini lho...........teman mau pinjam motor” kata aku meyakinkan pada kak tia yang menyelidik. ”Ayo kak pulang soalnya motor aku mau dipinjam antok...” jawab aku, ”Oh..........antok yang rumahnya pojok dekat pos kampling itu kan ” jelas kak Tia, aku Cuma menganggukkan kepala tanda setuju karena memang antok rumahnya disitu. Dalam perjalanan pulang kak tia selalu merebahkan tubuhnya ke dalam pundak aku sampai pegal-pegal rasanya semua tubuh aku. Aku memang gila dan bersalah adiknya sudah menjadi pacar eh.........kakaknya aku sikat juga kalau tahu mati...........Ketika mau sampai rumah di perempatan kampung sebelah kak Tia minta berhenti ”Sampai sini saja Jo..............” pinta kak tia untuk turun dari boncengan ”Kok..........sampai sini saja kak..........” tanya aku, kak tia menganggukan kepala sambil tersenyum manis. ”Jo..........ini rahasia kita berdua jangan sampai Ita tahu, kalau sampai tahu ita benar-benar kecewa...........aku sayang banget sama kamu dan Ita........yang terpenting kalau aku mau kamu ada untuk aku.......” kata kak Tia sambil mendekat ke arah aku dan mencium, aku Cuma bisa menganggukkan kepala dan tak ada satu katapun yang terucap dari mulut aku......................cinta benar-benar aneh dan memabukkan........................bersambung..................